sekolahambon.com

Loading

tulisan tangan contoh surat izin tidak masuk sekolah

tulisan tangan contoh surat izin tidak masuk sekolah

Contoh Tulisan Tangan Cuti Sekolah: Panduan Lengkap & Contohnya

Surat izin tidak masuk sekolah yang ditulis tangan masih menjadi cara komunikasi yang umum dan diterima di banyak sekolah di Indonesia. Meskipun era digital menawarkan kemudahan pengiriman pesan melalui email atau aplikasi, surat izin tulisan tangan tetap memiliki nilai personal dan menunjukkan kesungguhan orang tua/wali murid. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang cara menulis surat izin tidak masuk sekolah yang efektif, lengkap dengan contoh dan tips agar surat tersebut diterima dengan baik oleh pihak sekolah.

Mengapa Surat Izin Tulisan Tangan Masih Relevan?

Meskipun kemajuan teknologi, surat izin tulisan tangan memiliki beberapa keunggulan:

  • Tradisi dan Kebiasaan: Banyak sekolah masih menerapkan tradisi menerima surat izin tulisan tangan, terutama di tingkat pendidikan dasar dan menengah pertama.
  • Aksesibilitas: Tidak semua orang tua/wali murid memiliki akses mudah ke internet atau perangkat elektronik yang memadai untuk mengirimkan surat izin digital.
  • Bukti Fisik: Surat izin tulisan tangan memberikan bukti fisik yang dapat disimpan oleh pihak sekolah dan orang tua/wali murid.
  • Nilai Personal: Surat izin tulisan tangan dianggap lebih personal dan menunjukkan perhatian lebih dari orang tua/wali murid.

Komponen Penting Surat Izin Tidak Masuk Sekolah (Tulisan Tangan):

Sebuah surat izin tidak masuk sekolah yang efektif harus mencakup komponen-komponen berikut:

  1. Tanggal Pembuatan Surat: Tuliskan tanggal saat surat tersebut dibuat di bagian atas surat, biasanya di pojok kanan atas. Format tanggal yang umum digunakan adalah “Tanggal Bulan Tahun” (contoh: 27 Oktober 2023).

  2. Kepada Yth. (Yang Terhormat): Tuliskan “Kepada Yth.” diikuti dengan nama guru kelas atau kepala sekolah, serta nama sekolah dan alamat sekolah. Contoh: “Kepada Yth. Ibu/Bapak [Nama Guru]Wali Kelas [Kelas] di SD/SMP/SMA [Nama Sekolah], [Alamat Sekolah]”.

  3. Salam Pembukaan: Gunakan salam pembuka yang sopan seperti “Hormat kami” atau “Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh” (jika relevan).

  4. Identitas Orang Tua/Wali Murid: Sebutkan nama lengkap orang tua/wali murid yang menulis surat, alamat lengkap, dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Hal ini penting untuk verifikasi dan komunikasi lebih lanjut jika diperlukan. Contoh: “Saya yang bertanda tangan di bawah ini, Nama: [Nama Orang Tua/Wali Murid]Alamat: [Alamat Lengkap]Tidak. Telp: [Nomor Telepon]”.

  5. Identitas Siswa: Sebutkan nama lengkap siswa, kelas, dan nomor induk siswa (NIS) atau nomor induk siswa nasional (NISN). Contoh: “Dengan ini memberitahukan bahwa anak saya, Nama: [Nama Siswa]Kelas: [Kelas]NIS/NISN: [Nomor Induk Siswa/NISN]”.

  6. Alasan Tidak Masuk Sekolah: Jelaskan alasan mengapa siswa tidak dapat masuk sekolah. Alasan harus jelas, jujur, dan dapat dipercaya. Alasan umum meliputi sakit, keperluan keluarga, atau alasan penting lainnya. Berikan detail yang cukup, tetapi hindari memberikan informasi yang terlalu pribadi. Contoh: “Tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar pada hari [Hari]tanggal [Tanggal] dikarenakan sakit/ada keperluan keluarga yang mendesak/kegiatan penting lainnya.”

  7. Lama Izin: Sebutkan berapa lama siswa akan izin tidak masuk sekolah. Tentukan tanggal mulai dan tanggal berakhir izin. Jika tidak tahu pasti tanggal berakhir, sebutkan perkiraan atau “sampai pemberitahuan lebih lanjut” (terutama jika sakit). Contoh: “Izin tidak masuk sekolah selama [Jumlah Hari]mulai tanggal [Tanggal Mulai] sampai dengan tanggal [Tanggal Selesai]/sampai pemberitahuan lebih lanjut.”

  8. Permintaan maaf: Sampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat ketidakhadiran siswa. Contoh: “Atas perhatian dan pengertian Bapak/Ibu, saya mengucapkan terima kasih.” atau “Mohon maaf atas ketidaknyamanannya.”

  9. Salam Penutup: Gunakan salam penutup yang sopan seperti “Salam saya” atau “Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh” (jika relevan).

  10. Tanda Tangan dan Nama Jelas Orang Tua/Wali Murid: Tanda tangani surat di bawah salam penutup, diikuti dengan nama jelas orang tua/wali murid.

Contoh Surat Izin Tidak Masuk Sekolah (Tulisan Tangan):

[Tanggal Pembuatan Surat, e.g., 27 Oktober 2023]

Kepada Yth.
Ibu Ani, Wali Kelas 5A
SD Negeri 1 Merdeka
Jalan Pahlawan No. 10, Jakarta

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini,
Nama: Budi Santoso
Alamat: Jalan Mawar No. 5, Jakarta
No. Telp: 081234567890

Dengan ini memberitahukan bahwa anak saya,
Nama: Siti Aminah
Kelas: 5A
NISN: 1234567890

Tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar pada hari Jumat, tanggal 27 Oktober 2023 dikarenakan sakit demam.

Izin tidak masuk sekolah selama 1 hari, yaitu pada tanggal 27 Oktober 2023.

Atas perhatian dan pengertian Ibu, saya mengucapkan terima kasih.

salam saya,

[Tanda Tangan]

Budi Santoso

Tips Menulis Surat Izin Tidak Masuk Sekolah yang Efektif:

  • Gunakan Bahasa yang Sopan dan Formal: Hindari penggunaan bahasa informal atau bahasa gaul.
  • Tulisan Harus Rapi dan Mudah Dibaca: Pastikan tulisan tangan Anda rapi dan jelas agar mudah dibaca oleh guru atau pihak sekolah. Jika tulisan tangan Anda kurang rapi, pertimbangkan untuk meminta bantuan orang lain yang memiliki tulisan tangan yang lebih baik.
  • Gunakan Kertas Bersih: Gunakan kertas yang bersih dan tidak kusut.
  • Sertakan Bukti Pendukung (Jika Ada): Jika alasan izin adalah sakit, sertakan surat keterangan dokter sebagai bukti pendukung. Jika alasan izin adalah keperluan keluarga, pertimbangkan untuk memberikan penjelasan singkat mengenai keperluan tersebut.
  • Berikan Surat Tepat Waktu: Usahakan untuk memberikan surat izin sesegera mungkin setelah mengetahui bahwa siswa tidak dapat masuk sekolah. Jika memungkinkan, berikan surat izin sebelum hari siswa tidak masuk sekolah.
  • Fotokopi Surat Izin: Simpan fotokopi surat izin sebagai arsip pribadi.

Alasan Izin yang Umum dan Diterima:

  • Sakit: Alasan sakit adalah alasan yang paling umum dan diterima. Sertakan surat keterangan dokter jika memungkinkan.
  • Keperluan keluarga: Keperluan keluarga yang mendesak seperti menghadiri pernikahan, pemakaman, atau acara keluarga penting lainnya.
  • Acara Keagamaan: Menghadiri acara keagamaan penting.
  • Kegiatan Penting: Mengikuti kegiatan penting di luar sekolah seperti lomba, pelatihan, atau seminar.
  • Kondisi Darurat: Kondisi darurat seperti bencana alam atau kecelakaan.

Alasan Izin yang Kurang Diterima (Hindari):

  • Malas: Alasan malas adalah alasan yang tidak dapat diterima.
  • Bangun Kesiangan: Alasan bangun kesiangan menunjukkan kurangnya disiplin.
  • Tidak Ada PR: Alasan tidak ada PR menunjukkan kurangnya tanggung jawab.
  • Acara yang Tidak Penting: Menghadiri acara yang tidak penting seperti menonton film atau bermain game.

Kesimpulan:

Menulis surat izin tidak masuk sekolah yang baik dan benar merupakan bentuk komunikasi yang penting antara orang tua/wali murid dengan pihak sekolah. Dengan mengikuti panduan dan contoh di atas, Anda dapat memastikan bahwa surat izin Anda diterima dengan baik dan siswa mendapatkan izin yang diperlukan. Ingatlah untuk selalu menggunakan bahasa yang sopan, memberikan alasan yang jelas dan jujur, serta menyertakan bukti pendukung jika diperlukan.